Dialog Hari Ini
Sebelum tidur gw mau nulis dulu, sedikit ajah.
Barusan gw nonton acara Today’s Dialog yang ditayangin di Metro TV. Tema yang diangkat tentang apakah Indonesia sudah benar2 merdeka dilihat dari segi ekonomi. Dan yang dibahas secara mendalam mengenai privatisasi BUMN.
Hadir narasumber empat orang dari empat “bagian” yang berbeda. Ada pak Marwan, pak Rizal, pak Amien Rais, dan pak Sofyan Djalil. Di awal dialog masing2 narasumber memaparkan pandangan dan fakta yang mereka punya tentang permasalahan ini. Gw g akan ngebahas tentang apa yang mereka bicarakan, tapi yang akan gw ceritain (dan sebab kenapa gw tertarik nulis tentang dialog ini) adalah bagaimana seharusnya dialog itu berlangsung.
Gw salut buat semua narasumber, walaupun di awal acara mereka masing2 ngotot dengan apa yang mereka percayai, tapi seiring dengan munculnya fakta, data, penjelasan mengenai falsafah, dll masing2 dari narasumber bisa mengambil data tersebut untuk kemudian digabungkan dengan apa yang mereka sendiri percaya dan kemudian bisa menyatukan pikiran untuk kemudian mengerti apa sebenarnya permasalahan utamanya. Dan pernyataan bahwa para narasumber datang bukan untuk menyalah2kan pemerintah, tapi untuk memberikan masukan.
Ini sebab utama gw nulis blog malem2 bgini. Jarang2 gw liat ada dialog yang begitu seru, begitu banyak memberikan wawasan kepada kita, memberikan fakta yang sebenarnya sehingga kita g terjebak hanya dalam satu pemikiran sempit yang berujung pada sikap antipati tanpa adanyanya pemahaman mendalam. Para narasumber bisa saling melengkapi, saling memberi masukan, bisa menerima apabila ada kesalahan pada dirinya.
Dialog yang sering gw liat di tv kan biasanya g jauh dari perdebatan yang g sehat, g berkesudahan, masing2 narasumber terjebak pada argumennya sendiri tanpa mau sedikitpun nerima fakta yang sebenarnya. Atau salah satu narasumber cuma bisa cari2 kesalahan, nyindir, ngeledek tapi dia sendiri g pernah sekalipun ngasih solusi, g pernah tau duduk persoalan utama karena dia g pernah ngerasain sendiri permasalahan yang dihadapi orang yang disindirnya.
Gw cuma berharap, mudah2an di setiap dialog yang nanti diadain bisa muncul penyelesaian, bisa didapat benang merah dari permasalahan yang dibahas sehingga muncul solusi yang bisa membangun.
Ngambil kata2 pak Amien “Yang sudah berlalu biarlah berlalu, sekarang kita perbaiki untuk ke depannya. Yang terpenting jangan pernah tidak mengaku salah apabila memang salah (sebenernya ada istilah bahasa inggrisnya, tp gw lupa)”
Mari para kritikus, parodius, apapun namanya itu yg cuma bisa nyalah2in, nyindir2, niru2 gaya orang, bantulah negara ini bangkit, dukung republik ini untuk maju, jangan terus mencari2 kesalahan untuk ditertawakan tanpa ada penyelesaian. Jangan semua keputusan dicari sisi lemahny. Ingat, kita cuma manusia yang g mungkin sempurna. Karena gw liat yang dikomentarin tuh g cuma keputusan atau program yang g populer aja, tapi yang bener juga dicari2 aj kesalahannya.
Loh, kok jadi panjang banget nih tulisan?? Tidur dulu ya.. C u later..

ayoo Indonesia bangkit!! salam kenal k ucubz! nice blog!