Selamat Hari Raya Idul Fitri
Sang cinta telah terpisah, jiwa damai merangkai makna, berharap hati kembali suci dalam hidup penuh cinta Illahi.
Ikhlas hati ‘tuk saling memaafkan..
Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal a’idin wal fa’izin.. Mohon maaf lahir dan batin.
Ramadhan udah pergi lagi, sedih,, memang benar apa kata Rasulullah Muhammad SAW empat belas abad yang lalu, beliau bernah bersabda yang intinya kalo aja umat Nabi Muhammad SAW tahu keutamaan bulan Ramadhan pastinya mereka bakalan berharap kalo semua bulan yang ada dalam satu tahun itu ialah bulan Ramadhan.
Sekarang, Ramadhan udah berlalu, langit dan bumi menangis mengiringi kepergian sang bulan yang penuh Rahmat, Magfiroh, dan Ithkum minannaar. Manusia bersuka cita menyambut hari kemenangan, manusia bertakbir memuja kebesaran tuhannya, manusia berduyun-duyun pergi ke tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri, memohon ampunan..
Terkadang, sedih lebih dominan daripada kebahagiaan. Sedih harus melalui Ramadhan tahun ini tanpa sesuatu yang rasanya lebih baik daripada Ramadhan tahun yang lalu. Memohon ampun kepada Allah, jangan sampai digolongkan kepada orang yang celaka. Berharap diberikan kesempatan kembali bertemu dengan Ramadhan tahun depan, berharap bisa lebih baik, berharap mendapat predikat orang yang beruntung.
Tapi, siapa yang bisa menjamin umur seseorang, g ada, semenit lagi, satu jam lagi, 2 jam lagi, nanti sore, besok, lusa, bisa aja nyawa sudah waktunya untuk diambil. Betapa sedihnya,, sekali lagi hanya doa yang bisa dipanjatkan, semoga Allah memberikan Rahmat dan RahimNya di hari yang Suci ini.
Akhir kata, dosa kepada Allah, manusia bisa memohon ampunan dan bertobat kepadaNya, dosa kepada maunusa, siapa yang bisa menghapus kecuali permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam? Kesempatan baik untuk bermaafan. Mohon maaf lahir dan batin, atas segala kesalahan yang disengaja maupun yang tidak, yang nyata maupun yang tersembunyi, semoga kita kembali ke fitrah. Amin.
