Manusia, hakikatnya memang sebagai makhluk yang tidak pernah berhenti belajar. Bukan hanya dalam kegiatan belajar-mengajar yang formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang bisa kita pelajari. Bukan harus hal-hal besar yang mengubah jalan hidup, bisa juga hal-hal kecil yang terkadang dianggap sepele tetapi kalau kita renungkan ternyata hal-hal kecil tersebut memiliki makna yang dapat dipelajari.
Contoh sederhana, malam ini saya belajar bahwa untuk makan sahur, saya harus bangun lebih awal untuk memanaskan lauk makan saya. Karena setelah saya amati, waktu 10 menit tidak cukup untuk memanaskan sepotong ayam bumbu kecap -yang semalaman didinginkan di dalam kulkas- hanya dengan ditaruh di rice cooker. Jadi sudah sewajarnya pagi ini saya kembali harus menikmati hidangan yang dingin-dingin-manis setelah dua hari lalu saya juga dengan ikhlas harus memakan es sate ayam.
Menurut saya, dalam kasus ini ada dua pelajaran penting yang bisa diambil. Yang pertama, tindakan saya menaruh makanan di dalam kulkas sudah tepat, hal ini disebabkan pentingnya menjaga ketahanan makanan yang saya beli untuk santap sahur tersebut. Berhubung sepertinya udara di Jayapura sangat memudahkan makanan untuk cepat busuk. Yang kedua, lebih baik makan makanan yang dingin daripada makan makanan yang basi, sekali lagi, lebih baik saya makan es sate ayam tetapi masih lezat tanpa adanya kuah-yang-berlebih, daripada makan sate ayam yang bumbunya sudah kelewat encer.
…
Posting pertama saya setelah berbulan-bulan tidak menulis. Hampir sebulan merasakan yang namanya sendiri. Jari-jari rasanya masih kaku, otak juga kaku, mau nulis rasanya berat. Tapi kalau kata Aa Gym, semua itu harus kita mulai dari diri sendiri, dari yang kecil, dan dari sekarang. Jadi ya saya mulai lagi menulis hal-hal tentang diri sendiri, hal yang kecil-kecil, dan yang penting saya mulai dari sekarang.
Wassalam.

